PELATIHAN STANDARISASI GURU MI AL-QODIR METODE TILAWATI: LANGKAH STRATEGIS MENUJU PEMBELAJARAN AL-QUR’AN YANG BERKUALITAS
- Kamis, 24 Juli 2025
- Berita
- Administrator
- 0 komentar
MI Al-Qodir, Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan madrasah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Qodir menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Standarisasi Guru Metode Tilawati. Kegiatan yang dilaksanakan selama enam hari ini, dimulai dari tanggal 14 Juli hingga 19 Juli 2025, bertempat di ruang kelas 1 MI Al-Qodir, dan diikuti oleh seluruh guru serta dewan ustadz-ustadzah yang aktif mengajar di madrasah.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Moch. Lutfi Rahman, S.Pd.I, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguasaan metode pembelajaran Al-Qur’an yang terstandarisasi dan profesional bagi seluruh tenaga pendidik. Beliau menegaskan bahwa pengajaran Al-Qur’an tidak hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga bagaimana membentuk karakter islami peserta didik sejak dini.
“Melalui pelatihan standarisasi ini, saya berharap seluruh guru dan ustadz-ustadzah MI Al-Qodir bisa menyampaikan pembelajaran Al-Qur’an dengan lebih efektif, menyenangkan, dan sesuai standar yang telah terbukti berhasil dalam meningkatkan mutu bacaan siswa,” tegas beliau dalam sambutannya di hari pertama pelatihan.
Metode Tilawati: Solusi Pembelajaran Al-Qur’an yang Sistematis
Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama sekaligus trainer resmi Tilawati, yaitu Ustadz H. Muslimin Baihaqi, yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan dan pelatihan metode Tilawati di berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia.
Dalam sesi pembukaannya, Ustadz Muslimin menjelaskan bahwa metode Tilawati adalah pendekatan pembelajaran membaca Al-Qur’an yang menekankan pada murottal (bacaan tartil), ketepatan makhraj, tajwid, serta irama yang khas. Metode ini juga dilengkapi dengan teknik pembelajaran klasikal individual, yang memungkinkan setiap siswa mendapatkan perhatian khusus sesuai kemampuan masing-masing.
“Tilawati bukan hanya sekadar metode, tetapi sistem pendidikan Al-Qur’an yang mengedepankan pembiasaan dan pembentukan karakter Qurani. Guru harus menjadi teladan dalam bacaan dan perilaku,” jelas beliau saat menyampaikan materi dasar Tilawati.
Rangkaian Pelatihan: Praktik dan Evaluasi Berjenjang
Selama enam hari pelatihan, para peserta mendapatkan materi intensif yang meliputi:
- Pengenalan dan Sejarah Metode Tilawati
- Teknik Dasar Pengajaran Huruf Hijaiyah
- Makharijul Huruf dan Tajwid Praktis
- Praktik Mengajar Simulasi Kelas
- Strategi Membina Karakter Qurani pada Anak
- Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran Al-Qur’an
Setiap hari dimulai dengan murojaah bersama, dilanjutkan pemaparan materi, sesi tanya jawab, praktik mengajar antar peserta, serta evaluasi harian oleh narasumber. Tidak hanya teori, pelatihan ini lebih menekankan pada aspek praktikal dan keberanian peserta untuk tampil dan mempraktikkan langsung materi yang telah diajarkan.
“Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan saya sebagai guru. Banyak teknik baru yang saya dapatkan, terutama dalam membangun kedekatan dengan siswa saat mengajar Al-Qur’an,” ujar salah satu peserta pelatihan, Ustadzah Nurul Muhaibah, S. Pd, guru kelas 3 MI Al-Qodir.
Komitmen Bersama Meningkatkan Mutu Pembelajaran
Di hari terakhir pelatihan, seluruh peserta mengikuti sesi ujian akhir dan praktik mengajar langsung menggunakan metode Tilawati. Hasil ujian tersebut nantinya akan dijadikan dasar kelayakan guru untuk menjadi pengajar resmi metode Tilawati di lingkungan MI Al-Qodir.
Dalam penutupan kegiatan, Kepala Madrasah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan dedikasi. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Ustadz Muslimin Baihaqi yang telah bersedia meluangkan waktu dan ilmu untuk membimbing guru-guru MI Al-Qodir.
“Pelatihan ini bukan akhir, tetapi awal dari langkah besar kita untuk membentuk generasi Qurani. Mari kita jaga semangat ini dan terus belajar bersama,” pesan Moch. Lutfi Rahman, S.Pd.I dalam sambutan penutupnya.
Sebagai bentuk keseriusan dan keberlanjutan program ini, pihak madrasah berencana untuk melakukan pendampingan lanjutan, supervisi internal, serta evaluasi rutin terhadap praktik pengajaran Al-Qur’an di kelas. Hal ini dilakukan agar seluruh peserta didik MI Al-Qodir dapat memperoleh pembelajaran Al-Qur’an yang lebih optimal, menarik, dan bermakna.
Menuju Madrasah Hebat Bermartabat
Pelatihan standarisasi guru metode Tilawati ini menjadi bagian dari langkah strategis MI Al-Qodir dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam, khususnya dalam pembelajaran Al-Qur’an. Di tengah tantangan pendidikan modern, madrasah sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam perlu beradaptasi dan berinovasi, salah satunya melalui peningkatan kapasitas guru.
Melalui kegiatan ini, MI Al-Qodir membuktikan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memperkuat pondasi spiritual dan moral peserta didik. Dengan guru yang terstandarisasi dan kompeten dalam mengajarkan Al-Qur’an, diharapkan peserta didik MI Al-Qodir akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an.
Artikel Terkait
MI Al Qodir Wage Tampil Memukau di Lomba Fun Run dan Gerak Jalan Pelajar Se-Kecamatan Taman
Selasa, 26 Agustus 2025
Sidoarjo Berlakukan Jam Malam untuk Peserta Didik, Upaya Cegah Kenakalan Remaja dan Wujudkan Kabupaten Ramah Anak
Rabu, 20 Agustus 2025
LOMBA MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-80 MADRASAH IBTIDAIYAH AL-QODIR
Jum'at, 15 Agustus 2025